Monday, March 4, 2019

Text Procedures in English


How To Remove Rust From a Knife
You need :
*   Rusty knife
*   Baking soda powder or vinegar
*   Bucket
*   Brush
*  Mineral oil

Steps :
* Clean the knife by just wapping it (without using water).
* Create the baking soda paste with properly dosage of water within.
* Soak the knife until the rust falls dawn and scrub it by using brush (but for extremely rusty knife you should use metal wool).
*Wipe the knife clean by using a fabric.
*Add some mineral oil, so that it will be protected from rust in the future.
*The knife is ready to be used again.



How To Make a Google Account
You need :
*       Laptop / Smartphone
*       Internet connection
*       Browser application

Steps :
* Go to www.google.com and select “Sign in”.
* Click “Create account”.
* Fill your personal  information as its procedure.
* Read the Google’s term and policy, click the check box and click “Next step”.
* Create your password and it is important to create a strong password for the safety of your google account and the information inside.
*Now, your google account is ready to be used.

Read More ->>

Sebuah Kisah Masa Sekolah



Ketika sang fajar mulai menjelang,  Devan baru saja sampai disekolahnya,  “SDN Pacitan” Sekolah bertingkat membentuk angkare yang menjadi idaman di Kota 1001 Goa ini. Devan memasuki  gerbang dengan ceria seiring dengan kedatangan mentari  membawa semangat pagi bagi semua orang. Sesampainya di kelas, ia mendapati temannya duduk termanyun disudut kelas. “Yo, Byan !!!” teriak Devan dengan suara menggelegar membelah angkasa. “Berisik cok !!!” bentaknya pada Devan. “Idih.. sensi amat. Napa sih? ” tanyanya pada sang teman.“Takono Bagus kono! ” teriaknya kasar pada Devan. Yah.. mendengar itu, Devan menduga bahwa ada masalah yang terjadi selama dirinya pergi. Namun, sikapnya yang tak suka ikut campur membuatnya hanya keluar menikmati keindahan sekolahnya dikala hari cerah bersinar. Rerumputan yang tumbuh subur, pepohonan yang tinggi nan rindang di setiap sudutnya padu membentuk suatu harmoni dan ruangan kelas yang begitu sunyi,dengan tembok hijaunya dihiasi kerajinan pot pourri di dinding utama kelas. “Sungguh keindahan yang luar biasa” ujarnya dalam lamunan tatkala kedatangan Bagus memecah lamunannya. “Yo, Gus, priye kabare? “ sapa Devan penuh kehangatan.“Asem,” jawabnya ketus, singkat, padat dan  jelas. Sesudahnya Bagus bergegas pergi meninggalkan kelas dan tak lama kemudian, kelaspun  sudah dalam kondisi penuh terisi. Kelas itu terasa  longgar karena ditinggal sebagian penghuninya dan  liar tanpa kehadiran  sang Wali kelas yang tengah sibuk mengurus suatu hal konon katanya teramat penting se hingga meninggalkan murid - muridnya sendirian tanpa pengawasan yang pasti. Tanpa angin pula hujan, Rizal atau lebih  akrab dihina “Bendol” salah satu antek – antek Bagus datang menghampiri Byan yang tengah berbincang dengan Fandy. “Yan..minta maaf, dekwingi aku karo bocah – bocah podo bolos resik – resik kelas,” kata Rizal dengan wajah menunduk. “Pergi !!!” bentak Byan tanpa ada niatan memaafkan sama sekali.                                    “Yan maaf, it was a misunderstanding obnly,” balasnya.  “Ra nggagas, pergi! “ Byan kembali berteriak dengan nada yang semkain menjadi – jadi. “Udah to Ndol pergi aja dulu, daripada  ribut,” tambah anak – anak perempuan yang sudah mulai merasa tak nyaman dengan masalah ini.“Jenengku ke Rizal bukan Bendol,” bentaknya penuh amarah ke seisi kelas. Entah kenapa Byan langsung mendorong rizal dan memukulinya tanpa ampun. Devan  dan  Fandy juga Bagus yang sudah sejak tadi menunggu di luar kelas ikut menampakkan dirinya untuk melerai perkelahian itu. Devan yang memegangi Byan berkata, “ Istighfar Yan…Sabar bro !” Namun baik Biyan ataupun Rizal tampak tak menghiraukannya dan saling melemparkan caci – maki bak orang yang sedang   kesurupan. Dan entah bagaiman Ibu Ninik yang memeiliki reputasi sebagai guru paling killer se-antero SD Negeri Pacitan menampakkan diri didepan pintu kelas VI.A. Kehadirannya yang bagai jalangkung itu begitu mengintimidasi,  sontak merubah situasi kelas secara drastis yang  tadinya ramai dan  sedikit brutal, kini sepi macam  kuburan. Sang Guru mengaba – abakan para murid untuk kembali ke tempat masing – masing dan langsung berceramah didepan kelas bak penceramah ulung. Beliau berdiri seraya berkata, “Memalukan…..Kalian ini sudah besar, sudah bukan anak – anak lagi, sudah mau lulus mbok bertingkah sewajarnya saja, jadilah  contoh yang baik buat adik – adik kalian,” Ucapnya dengann nada penuh intimidasi dan kekecewaan. “ Kalo ada masalah  mbok diseslesaikan baik – baik, sesuai panca sila kita, tepatnya sila ke-4 yaitu musyawarah. Bukannya adu jotos kayak si Fashal Abyan dengan Rizaldi tadi, paham semuanya ? ” Tanya  Ibu Ninik. “Paham buk ,“ Jawaab para siswa serentak.  Kemudian Ibu Ninik memanggil Byan dan Rizal maju dan menyuruh mereka menceritakan seluk – beluk kejadian  dan  permasalahan diantara Byan dan Rizal.  “Sekarang Ibu  minta kalian menjelasakan masalah kalian dimulai dari Byan lalu Rizal setelahnya,” Titah Ibu Ninik pada mereka berduua.“Jadi gini Buk, kan kemarin kamis kelas sudah sepakat pulang  mau menghias dan mendekor kelas buk,” ungkap Byan dengan mata berkaca – kaca.“Lalu  mereka  langsung pulang Buk, teruskan Buk pas penilaian hari Sabtu kelas kebetulan dapat juara 1, lalu dapat hadiah jajan buat sekelas Buk. Nah pas hari sabtunya  buk jajannya  pada digondol kabur mereka Buk” sambung Byan dengan nada sedikit tinggi. “Tapi kan sudah minta maaf  tadi Buk,” kata Rizal. “Iya Buk bener !” sahut Bagus dan kawan – kawan.“Jadi kalian ini sudah nggak karuan gini sejak hari Sabtu ? “ Tanya Ibu  Ninik pada seisi kelas “Iya Buk, masak kami dibilangi pencuri. Ya.. Kami ndak terima Buk !” seru Bagus dengan suara membara tiada tara.“Ya kami jelas jelas ndak terima buk !. Kami itu teman sekelas mereka Buk !, bukan pencuri seperti yang merka kata. Toh juga tadi pagi  kami sudah minta maaf  Buk, tapi malah diajak berkelahi seperti tadi,” sambungnya dengan  nada penuh emosi. “Benar  itu Byan ?” Tanya Ibu Ninik pada Byan.“Tapi kan tetap saja buk” sahut Byan dengan suara bergetar.    “Ibu nanya, ucapannya Bagus tadi benar tidak?” Tanya Ibu Ninik desngan suara yang lebih mengintimidasi.        “ Benar buk,” jawab Byan dengan pandangan tertunduk kebawah.“Nah ..Sekarang kamu minta maaf sama Bagus, Rizaldi juga sama yang lain ya nak? ”  pinta Ibu Ninik pada Byan yang sedang berdiri tertunduk di depan kelas.   Setelahnya,  Byan  hanya mengiyakan permintaan Ibu Ninik dan meminta maaf  pada Rizal, Bagus dan teman – teman yang lain.  “Anak anak,kalau ada yang meminta maaf, ya dimaafkan. Jangan suka menjadi orang  yang  pendendam,  hidup akan menjadi lebih indah kalau kita mau saling  memaafkan satu sama lain” .Setelahnya Ibu Ninik, mengucap salam dan pergi menghilang entah kemana, meninggalkan kelas dalam ketegangan yang masih berlanjut. Devan yang sejak tadi diam, mulai menghampirir Byan dan berusaha menenangkan temannya, hatinya bimbang apakah dia harus memihak temannya atau Bagus, karena pada saat itu Devan tengah berada di luar Kota. Tak terasa bel pulang sudah berbunyi, ketegangan yang berlarut larut telah mengaburkan  perhatian mereka terhadap lingkungan sekitar. Keesokan harinya, Pak Rofiq, sang Wali Kelas yang sudah mendengar kabar kelas dari Ibu Nini datang dengan wajah tenang tanpa emosi.                          “Anak anak , Bapak minta maaf kemarin tidak bisa mendampingi kalian, kemari Bapak ada rapat dengan orang Dinas Pendidikan Kota Pacitan,”  kata Pak  Rofiq  pada Devan dan kawan kawan “Sekarang mari kita saling memaafkan satu sama lain, lalu untuk jajan  hadiahnya, biar bapak beliakan lagi tapi dengan syarat, masalah  ini harus selesai bisakan Gus  ?,Byan ?” Tanya Pak Rofiq pada mereka berdua.  “Bisa pak …” jawab mereka serentak. “Pak gimana kalau abis ini pada main bola aja pak !!. Biar pada kompak gitu” Seru Devan dengan suara berapi - api.  “Ide bagus, nati Bapak minta tolong sama Pak Asrap, biar kalian semua bisa  main bola” seru Pak Rofiq dengan suara penuh  keantusiasan.   Setelahnya, Devan dan kawan kawannya melepaskan semua emosi dan ketegangan hari kemarin dengan bermain bola. Segalanyapun kembali seperti semula bahkan mungkin, sedikit lebih baik.



Read More ->>

Tol Cipali Ramai, Ekonomi Masyarakat Indramayu Menurun




 
Sejak diresmikannya tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada 13 Desember 2015. Berbagai kendaraan roda empat dan truk pengangkut barang yang dulunya biasa menggunakan Jalur Pantura, kini beralih dengan menggunakan tol Cipali.
            Beralihnya kendaraan roda empat dan truk pengangkut barang ke tol Cipali dikarenakan, kini jalan tol dianggap lebih efektif ketimbang jalur alternatif lainnya. Hal tersebut mengakibatkan menurunnya kegiatan ekonomi masyarakat Indramayu di sepanjang Jalur Pantura. “Karena kendaraan roda empat dan truk pengangkut barang beralih menggunakan tol Cipali, kini Jalur Pantura menjadi sepi, hal tersebut mematikan kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat sekitar,” ujar Tiwidi Atmoko selaku pegawai BUMN.
            Kini rumah makan, rest area, toko-toko kelontong dan SPBU yang dulunya ramai, kini menjadi sepi pengunjung. Kini harapan masyarakat adalah tersedianya pusat ekonomi baru sebagai tempat mereka melaksanakan tindakan ekonomi.

Read More ->>
Powered by Blogger.